Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda
#34

Ramai banget. Pembicaraan dan perdebatan mengenai Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum. Kita bersyukur akhirnya ada penyelesaiannya. Saya ingin menyampaikan poin utama dari masalah ini. Dan ini belum ada yang menyinggung atau membicarakan. Padahal ini masalah serius. Dan sudah lama menjadi masalah serius tanpa ada yang membicarakannya, apalagi mencari jalan keluarnya.

Azrul Ananda Baca selengkapnya

#33

Badan saya langsung bereaksi. Bulu kuduk berdiri. Merinding. Campuran sedih dan khawatir. Ini terjadi saat diajak ikut sebuah pertemuan terbatas beberapa waktu lalu. Melibatkan kalangan akademisi, politisi, pengusaha, pelajar, hingga perwakilan pemerintahan asing.

Azrul Ananda Baca selengkapnya

#32

Setelah puluhan tahun, akhirnya saya nonton film Gundala lagi. Segala nostalgia masa kecil langsung kembali. Perasaan yang begitu indah, membuat saya kembali bernyanyi-nyanyi dan membuat tertawa istri dan teman-teman. Juga melihat betapa film itu punya potensi untuk sekuel.

Azrul Ananda Baca selengkapnya

#31

Belakangan saya merasa kekurangan asupan. Bukan makanan, melainkan “asupan intelektual.” Gara-gara sudah sangat jarang baca buku, dan semakin hari rasanya semakin sulit bertemu orang yang bisa memberi “pencerahan.”

Azrul Ananda Baca selengkapnya

#30

Waktu masih kecil, keluarga saya belum punya banyak uang. Saat SD, ibu saya hanya mau membelikan sepatu harga di bawah Rp 20 ribu sepasang. Biasanya merek Kasogi. Kalau tidak salah Rp 17.500 sepasang.

Azrul Ananda Baca selengkapnya