Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Pembaca lama Happy Wednesday mungkin sudah tahu, saya fans berat standup comedy. Saya menyebutnya sebagai "makanan intelektual," menjaga keseimbangan di saat seringnya bertemu dengan orang yang seolah mengabaikan akal sehat.

Lewat tulisan ini, saya ingin memperkenalkan satu lagi comedian favorit saya. Yang karyanya begitu intens saya tonton dalam seminggu terakhir. Baik saat dalam perjalanan di mobil, hiburan sebelum tidur, maupun teman saat makan.

Dia baru berumur 30 tahun. Seorang global citizen sejati. Lahir dan besar di Malaysia, keturunan Tiongkok, sekolah jadi insinyur di Amerika, lalu bekerja dan menetap di London, Inggris. Dari situ saja sudah bisa ditebak, guyonannya akan luas wawasan.

Dia juga bintang produk pandemi. Kalau tidak ada pandemi, dia mungkin tidak akan menjadi besar seperti sekarang. Dia adalah contoh bintang yang lahir justru setelah terjepit dalam kondisi sulit.

Dia adalah Nigel Ng. Teman-teman yang suka nonton YouTube mengenalnya sebagai karakter bernama "Uncle Roger." Baru "meledak" kira-kira Juli 2020 lalu, di awal puncak pandemi. Saya termasuk terlambat mengenalnya. Anak pertama saya yang kini sudah SMP kelas 2 bilang: "Ayah telat. Ini sudah tahun lalu."

Seorang teman bule saya ternyata juga sudah ngefans duluan. "Suami saya sampai hampir jatuh dari kursi karena tertawa," ujarnya.

Walau sejak tahun lalu, dia masih rutin merilis karya-karya komedi "emas." Beberapa hari lalu juga merilis video yang kembali membuat saya terpingkal-pingkal.

Kebanyakan karya Uncle Roger adalah video reaksi menyaksikan koki-koki barat menyiapkan masakan Asia. Khususnya menu favoritnya: Nasi goreng telur (egg fried rice). Dia mengeluh, mengomel, mencela, dengan cara khas "uncle-uncle." Karakter Uncle Roger adalah wujud stereotipe paman-paman tua Cantonese yang suka mencela orang, tapi sebenarnya baik hati dan lucu.

Uncle Roger ini, walau berwajah muda karena Ng masih muda, selalu menyebut sudah berusia 50 tahun dan punya mantan istri (cerai), bernama Auntie Helen (yang selalu dia sindir).

Uncle Roger selalu mengenakan kaus polo oranye, dikancing sampai atas, dengan aksesori tetap dompet hape terpasang di sabuk.

Menurut Nigel Ng, karya komedinya adalah hasil dari konflik ideologi kehidupannya. "Saya tidak dibesarkan di lingkungan Barat. Saat kecil masuk sekolah yang berbahasa Mandarin. Di lingkungan teman-teman terdekat, tujuan hidup adalah untuk jadi pekerja. Insinyur, pengacara, atau akuntan," ucapnya kepada salah satu media grup Mediacorp Singapura.

Nigel Ng mulai menekuni komedi saat kuliah di Amerika, di Northwestern University di Illinois. Dia mengambil jurusan engineering dengan minor philosophy (seperti saya he he, banyak ambil kelas filsafat walau jurusan marketing).

Dia kemudian pindah ke Inggris pada 2015 untuk bekerja sebagai data scientist. Sambil bekerja, dia melanjutkan hobi komedi. Perlahan, namanya makin dikenal. Mulai muncul di televisi dan dinominasikan sebagai pendatang baru terbaik di Edinburgh Fringe, festival seni terbesar dunia di Skotlandia.

Pada 2019, Nigel Ng memutuskan berkarir sebagai komedian full time. Meninggalkan pekerjaan "normal." Keputusan besar. Risiko besar.

Dia punya podcast bersama Evelyn Mok, komedian Swedia, berjudul Rice To Meet You. Dia mulai memproduksi konten-konten YouTube dan Instagram. Tujuannya untuk meningkatkan profil, supaya bisa dapat uang lebih banyak saat tampil di klub-klub komedi.

"Di industri komedi, kita harus bisa menjual tiket memakai nama kita. Dengan cara itu kita bisa dapat pembagian lebih baik, dapat 60 persen dari pemasukan tiket. Semakin banyak tiket, semakin banyak penghasilan," ungkapnya.

Karakter Uncle Roger sudah mulai muncul di sini. Jadi karakter bully-bullyan di podcast-nya.

Kemudian, di saat karirnya perlahan menanjak, pandemi datang. Lockdown. Tidak ada show. Tidak ada pemasukan. Tidak bisa berbuat apa-apa. Daripada bengong, dia men-develop Uncle Roger. Membuat video reaksi terhadap acara BBC Food, di mana koki Inggris keturunan india, Hersha Patel, mencoba memasak nasi goreng telur. Kalau penasaran, judulnya Uncle Roger DISGUSTED by this Egg Fried Rice Video (BBC Food).

Setiap langkah Hersha Patel dicela oleh Uncle Roger. Mulai dari cara memasak nasi, menggunakan bumbu, dan lain sebagainya. Sama sekali tidak ada yang menyangka, video ini viral menembus angkasa.

"Sebagai komedian, sepanjang hidup kita selalu mengharapkan adanya letupan. Saya merasa bersyukur bisa mendapatkannya. Ketika membuat video itu, dapat 20 ribu view saja saya sudah akan hepi. Subscriber saya di YouTube baru 9 ribu. Ketika video ini mendorong angka itu ke 10 ribu, saya merasa target saya dalam setahun sudah tercapai!" tuturnya.

Tak disangka, video itu populer luar biasa. Penontonnya menembus jutaan. Sekarang sudah menembus lebih dari 25 juta view. Subscriber-nya sekarang sudah 4,5 juta.

Uncle Roger lantas rutin hadir. Dengan karakter yang begitu konsisten selama setahun ini. Saat tampil, Uncle Roger selalu mengangkat kaki kirinya di atas kursi. Kalau dia kecewa luar biasa, kaki itu turun ke bawah.

Berbagai acara memasak dia komentari. Koki Inggris, Italia, Amerika, semua jadi target. Yang paling sering dia cela adalah Jamie Oliver. Yang paling dia puji, awalnya, adalah Gordon Ramsay, dalam sebuah acara memasak nasi goreng di Indonesia. Tapi dalam episode terbarunya November 2021 ini, Ramsay berbalik jadi celaan besar karena dianggap salah dalam memasak Ramen.

Walau bukan koki, dan terus terang mengaku bukan koki, Uncle Roger juga beberapa kali memasak. Tantang-tantangan dengan koki lain. Kolaborasi dengan "korban-korban"-nya. Sesekali, Uncle Roger juga bekerja di restoran atau gerai-gerai makanan. Kalau saat "bekerja" itu, yang dia cela adalah pelanggan. "Kamu alergi kacang? Mengapa lemah? Kacang tidak apa-apa. Ada rumah sakit di dekat sini," salah satu ucapannya yang paling seru.

Kadang, dia mengomentari acara yang bukan memasak. Seperti acara mencari pasangan kencan.

Running joke yang selalu hadir dalam videonya: Dia benci saringan, nasi harus dimasak memakai rice cooker. Juga, harus memakai MSG sebagai "King of Flavor" (tentu awalnya sebagai candaan, tapi kemudian Sasa dari Indonesia sempat hadir jadi sponsor!).

Uncle Roger sesekali menyelipkan gurauan dewasa. Tapi dengan cepat dia langsung menambahinya dengan "Sorry children," dengan ekspresi yang innocent.

Dan gara-gara Uncle Roger, saya beberapa hari ini sering bikin rumah tertawa (atau meringis?) gara-gara ketularan sering bilang "haiyaa" dan "fuiyoh."

Kalau sedang kecewa, Uncle Roger akan bilang "haiyaa." Kalau takjub dan senang, dia akan bilang "fuiyoh." Dengan logat dan ekspresi yang khas. Kata Uncle Roger, "haiyaa" adalah kata yang bisa merangkum segala kekecewaan. Itu adalah kata "MSG" dalam menyampaikan perasaan.


Produk-produk yang menggunakan icon Uncle Roger banyak dijual di Aliexpress.


Tentu, ada sindiran yang bilang Uncle Roger justru menegaskan stereotipe, menjelek-jelekkan image orang Asia. Bahkan oleh orang-orang Asia sendiri di Inggris.

Menanggapi itu, Nigel Ng punya timpalan menarik. Menurut Nigel, orang-orang seperti Uncle Roger itu ada banyak di Asia. Karakter Uncle Roger memang dibuat lebih mencolok, tapi basisnya adalah dari orang-orang yang dia kenal di masa kecil.

Malah, Nigel Ng mengingatkan orang-orang Asia yang lahir di Barat dan tidak pernah besar di Asia. Karena mereka seperti kacang lupa kulit.

"Orang Asia yang besar di Barat lebih sensitif karena mereka justru tidak familiar dengan budayanya. Mereka tidak berkembang bersama orang-orang Asia yang asli dari Asia. Jadi ketika mendengar aksen (seperti Uncle Roger), mereka justru merasa seperti disindir," paparnya.

Kepada mereka, Nigel Ng punya saran penting: "Pergilah ke Asia. Mereka akan menemukan orang-orang seperti itu." Dan dia menegaskan, itu bukan berarti buruk!

Dan walau sukses karena pandai mencela, Nigel Ng selalu menegaskan bahwa aksinya adalah karya komedi. Dia ingin selalu memastikan korban-korbannya tidak jadi korban lanjutan di internet. "Pada akhirnya, video itu hanyalah komedi. Tapi kita semua tahu internet itu seperti apa. Orang begitu mudah menjadi marah," pungkasnya.

Sekarang, pandemi sudah tidak menghalangi aktivitas di negara-negara maju. November ini, Nigel Ng sudah mulai tur lagi keliling Inggris. Judul turnya: HAIYAA Tour.

Saya yakin dia sudah tidak pusing lagi mencari pendapatan dari komedi. Semoga saja turnya itu bisa berkembang luas, dan semoga saya bisa dapat kesempatan menontonnya secara langsung. Sambil menunggu kesempatan itu, saya akan terus menunggu video-video terbaru Uncle Roger, sambil makin sering makan nasi goreng...(Azrul Ananda)

Comments (18)

Catatan Rabuan

Bercanda Pandemi

Apakah sekarang sudah waktunya? Kalau belum, apakah waktunya sudah dekat? Yang saya pertanyakan bukanlah akhir dari pand...

Welcome To Happy Wednesday 2.0

Sudah lebih dari setahun saya tidak menulis Happy Wednesday, sebuah kolom hari Rabu di mana saya bisa menulis sesuka hat...

20 Tahun Cinta Namie Amuro

Entah ini tulisan sudah terlambat 20 tahun, atau mungkin hanya terlambat setengah tahun. Yang jelas ini dekat dengan mom...

Shazam dan Tom Hanks

Maklum, sudah lama tidak pacaran. Sabtu malam lalu (30 Maret), istri saya seret pergi ke bioskop. Nonton Midnight. Tapi,...