Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Entah ini tulisan sudah terlambat 20 tahun, atau mungkin hanya terlambat setengah tahun. Yang jelas ini dekat dengan momen Valentine’s Day, dan terlambat katanya lebih baik daripada tidak sama sekali.

Jadi, kali ini, saya akan menulis tentang Namie Amuro.

Dua puluh tahun lalu, awal 1999, saya “jatuh cinta” dengan penyanyi itu. Selama 20 tahun ini, saya masih “cinta” dengannya.

Nah, pada September 2018 lalu, Amuro resmi pensiun. Bertepatan dengan ulang tahunnya ke-41 (hiks, lahirnya sama dengan saya tahun 1977). Dia tidak lagi menyanyi, tidak lagi manggung. Bahkan semua situs resminya ikut berhenti online. Benar-benar off!

Saya sendiri merasa, bisa ngefans berat dengan Amuro ini agak aneh. Secara umum saya bukan penggemar J-Pop. Selain Amuro, saya memang familiar dengan beberapa lagu/grup, tapi tidak ada yang benar-benar saya gandrungi. Paling-paling, selain Amuro, saya hanya “agak” ngefans dengan Sheena Ringo.

Secara umum, saya ini anak Rock atau bahkan Metal. Karena sampai sekarang, band favorit saya sepanjang masa masih TOOL.

Saya sering berpikir, kenapa saya bisa begitu “cinta” pada Amuro. Padahal saya tidak mengerti lirik mayoritas lagunya.

Cantik? Tentu. Imut? Sangat! Tapi menyukai dan ngefans terhadap seseorang kanlebih dari sekadar karena dia cantik atau imut.

Mungkin, karena momen saya “terekspose” dengan Amuro itu benar-benar perfect timing-nya. Lingkungan tepat, suasana hati tepat, yang dilihat sedang tampil dan menyanyikan lagu yang tepat. Menjadi kenangan yang membekas sampai sekarang.

Dan saya ingat betul momen tersebut…

***

Dua puluh tahun lalu, awal 1999, adalah tahun terakhir saya kuliah di Sacramento. Saya wisuda akhir 1999.

Waktu itu, banyak teman saya orang Jepang. Lebih spesifik lagi, banyak teman perempuan saya orang Jepang. He he he

Saya ini tergolong luwes, gampang kumpul dengan siapa saja. Dan saya termasuk “berani” untuk umur 21 di zaman itu. Rambut gonta-ganti warna, mulai biru, hijau, merah, sampai silver. Biasanya matching atau serasi dengan contact lens yang juga gonta-ganti warna. Plus pakai anting kecil di telinga kiri. Celana jins selalu yang sobek-sobek, termasuk di bagian belakang (suer!).

Anak cowok umur 21 di mana-mana, kalau diajak kumpul bareng sekelompok cewek, rasanya tidak akan menolak. Walau yang mengajak semuanya cewek Jepang.

Waktu itu saya praktis hanya ikut makan-makan (dan minum). Saya tidak mengerti 75 persen pembicaraan, hanya ikut nimbrung ketika pembicaraan sempat beralih ke bahasa Inggris, saat mereka merasa tidak enak melihat saya bengong (tidak ada smart phone di zaman itu untuk menyibukkan diri).

Tidak lama, salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah kaset video VHS, lalu memutarnya. Mereka semua lantas dengan semangat menghadap televisi.

Karena tidak ada kerjaan lain, ya saya ikutan saja.

Rupanya, itu rekaman video acara televisi tahun baru 1999 dari Jepang. Belakangan, saya tahu nama acaranya Kohaku Uta Gassen, sebuah acara variety show akhir tahun top di Jepang.

Seorang penyanyi perempuan diperkenalkan. Kawaii!!!! Imut banget. Memakai mantel. Dia lantas menyanyikan sebuah lagu, penonton menyorakinya. Di penghujung lagu, dia tak mampu menahan tangis. Bahkan sampai tak sanggup menyanyi. Penonton semakin semangat bersorak untuknya.

Wow! Sebuah show yang sangat alami, sangat menyentuh, walau saya tidak mengerti liriknya. Saya hanya mengerti bagian yang dalam bahasa Inggris.

Penyanyi itu adalah Namie Amuro. Lagunya adalah Can You Celebrate?

Saya tanya ke teman-teman saya, kenapa dia menangis saat menyanyi. Mereka pun menjelaskan bahwa itu adalah momen yang heboh di Jepang. Itu adalah momen perdana Amuro kembali tampil, setelah satu tahun “istirahat.”

Usianya waktu itu memang baru 21 tahun, tapi dia menikah muda dan baru saja melahirkan anak laki-laki. Karena itulah dia istirahat setahun, walau sebenarnya sedang meroket popularitasnya.

Saya bilang ke mereka, saya benar-benar suka sama penampilan Amuro. Saya benar-benar tergetar mendengarkan lagu Can You Celebrate? itu. Sebuah lagu yang terasa penuh cinta, walau saya tidak mengerti lirik penuhnya.

Sejak saat itu, saya mencoba mengikuti perkembangan Amuro. Saat ulang tahun ke-22 pertengahan 1999 itu, teman-teman cewek itu memberi saya kado album Amuro yang ada lagu Can You Celebrate?-nya. Mereka lantas menandatangani sampul album CD tersebut.

Selama bertahun-tahun, saya mendengarkan lagu-lagunya. Saya suka hampir semua, kecuali masa-masa di mana dia “hip-hop” banget.

Kalau situasi hati lagi agak kurang nyaman, kadang saya memilih untuk mendengarkan lagu-lagu Amuro. Khususnya Can You Celebrate?.

Belakangan, sangat mudah untuk melakukan itu. Tinggal pergi ke YouTube, atau cara online lain, dan kita bisa menemukan lagu-lagu dan video Amuro. Termasuk momen “spesial” saat dia menangis di panggung itu…

***

Sekarang, 20 tahun kemudian, Amuro sudah menjadi seorang legenda. Dia disebut sebagai artis Jepang paling top sepanjang sejarah, memiliki karir yang berlangsung hingga lebih dari 25 tahun. Dia lah “Madonna-nya Jepang,” bisa terus reinventing gaya dan penampilan hingga 2018.

Can You Celebrate? juga menjadi lagu pemecah rekor. Dirilis kali pertama pada 19 Februari 1997, lagu itu adalah single penyanyi solo perempuan dengan penjualan tertinggi dalam sejarah musik Jepang.

Nah, pada September 2018 lalu, Amuro melakukan lagi satu hal besar yang membuat saya semakin “cinta.” Dia memilih untuk pensiun total. Benar-benar berhenti total. Dia berhenti dengan keinginan sendiri, dengan cara sendiri. Melakukan rangkaian konser perpisahan di stadion-stadion terbesar Jepang, serta negara-negara lain Asia. Dan sebagai penutup, pada 15 September 2018, dia melakukan konser terakhirnya di Okinawa, di tempat kelahirannya.

Amuro merayakan ulang tahun ke-41 pada 20 September 2018. Lalu, mulai 30 September 2018, dia benar-benar off sebagai artis. Situs resminya tutup. Fans club resminya tutup.

“Saya sudah mencapai segala hal yang ingin saya capai,” katanya saat diwawancarai NHK Jepang.

Amuro mampu mencapai puncak, dan selama puluhan tahun berada di puncak atau di dekat puncak. Bisa dibilang, dia juga berhenti di puncak… 

***

Namie Amuro, saya tidak mengerti mayoritas lagu yang kamu nyanyikan. Tapi terima kasih untuk penampilan-penampilan imutnya. Dan terima kasih untuk lagu-lagu kerennya.

Yang paling khusus, terima kasih untuk lagu Can You Celebrate?

Ini lagu yang akan saya putar khusus di Hari Valentine 2019 ini, mengenang 20 tahun kali pertama saya melihatmu menangis di panggung itu… (*)

Comments (1)

Catatan Rabuan

Welcome To Happy Wednesday 2.0

Sudah lebih dari setahun saya tidak menulis Happy Wednesday, sebuah kolom hari Rabu di mana saya bisa menulis sesuka hat...

Tergila-gila BlackPink

Yap. Tergila-gila K-Pop. Yap. Tergila-gila BlackPink.

Buktikan Jempolmu

Terima kasih media sosial. Cukup lewat jempol, segala frustrasi, kemarahan, isi kepala, bisa kita luapkan tanpa harus be...

The Big Bang Theory: Memperbaiki Keturunan dan Mentoleransi Teman

Resmi sudah. Mulai Mei 2019 ini, saya sudah kehabisan serial komedi favorit. The Big Bang Theory, sitkom favorit terakhi...