Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Rabu ini adalah Rabu bahagia. Bagi penggemar Formula 1. Raungan mesin mobil-mobil tercanggih itu kembali berbunyi ramai, dengan dimulainya sesi uji coba resmi pertama menuju musim balap 2020. Mobil-mobil baru, yang telah diluncurkan, akan menunjukkan jati dirinya mulai Rabu ini. Cantik dan cepat, cantik tapi lambat, atau jelek sekaligus lambat.

Bicara soal cantik, wow, tahun ini saya merasakan sesuatu yang sudah lama tidak saya rasakan dari arena F1. Khususnya setelah melihat mobil baru AlphaTauri F1 bermesin Honda. Fashion is back!

Ini penting untuk F1, yang sekarang sedang struggle menemukan kembali jati diri sekaligus menentukan masa depannya seperti apa.

Memang, beauty is in the eye of the beholder. Cantik buat satu orang belum tentu cantik di mata yang lain. Apa itu mobil F1 cantik, tiap penggemar punya selera beda-beda. Bahkan ada yang tidak peduli cantik atau tidak, yang penting menangan.

Tapi, saya merasa ada "sesuatu" dengan corak baru Alpha Tauri. Sudah lama F1 tidak punya corak mobil yang ikonik. Sudah terlalu lama.

Dulu, ada begitu banyak corak ikonik. McLaren gaya Marlboro, Williams corak Rothmans, Lotus hitam emas corak John Player Special. Itu yang kondang dan menangan.

Yang kurang terlalu sukses, tapi tetap punya impact besar, juga banyak.

Lewat tulisan ini, akhirnya saya bisa menyampaikan apa saja mobil F1 tercantik versi saya.

Jauh di atas semua, corak mobil yang paling membuat saya kagum, adalah Leyton House. Tim yang secara resmi hanya bertarung di sirkuit pada 1990-1991. Tim yang mengandalkan seorang desainer muda hebat bernama Adrian Newey, yang dalam beberapa dekade selanjutnya menjadi desainer mobil paling dominan dalam sejarah F1. Baik itu saat merancang mobil Williams, McLaren, dan sekarang Red Bull.

Bukan, Newey bukan yang merancang coraknya. Tapi, wow, coraknya itu sampai hari ini membuat saya kagum. Sekaligus heran. Kok tidak ada tim-tim lain yang punya corak sehebat ini. Padahal sekarang, F1 tidak lagi terpatok pada corak sponsor utama. Karena pemasukan utama tim F1 adalah dari pembagian hasil di F1 itu sendiri.

Entah apakah Anda sepakat dengan saya atau tidak. Tapi, corak mobil CG901 dan CG 911 benar-benar cantik. Tim ini adalah milik sebuah perusahaan real estate di Jepang, yang mengambil alih tim March pada 1989. Warna utama mobil mereka pun turquoise/biru muda yang anggun. Dipadu dengan warna hijau suplier bahan bakar BP. Simple, elegan.

Tim ini tidak pernah menang, tapi pernah finis kedua dan naik podium pada Grand Prix Prancis 1990.

Corak favorit kedua? Paduan hijau, merah, biru, dan kuning "United Colors of Benetton." Tim Benetton F1 pada 1990-an memang banyak meraih sukses lewat Michael Schumacher, tapi corak mereka yang paling ikonik --menurut saya-- adalah corak akhir 1980-an hingga 1990.

Perusahaan fashion, ketika memiliki tim F1, benar-benar menjadikannya sebagai fashion icon. Cantik sekali pada mobil-mobil akhir 1980-an dan awal 1990-an yang memiliki bentuk relatif minimalis.

Corak favorit ketiga? Entah mengapa, hijau kembali muncul di sini. Kali ini dominan hijau 7up dengan corak biru, milik Tim Jordan pada 1991. Ini adalah tahun pertama Jordan di F1, dan mobil Jordan 191 itu termasuk paling bersejarah di F1. Itulah mobil yang kali pertama dikendarai Michael Schumacher di ajang paling bergengsi, sebelum pindah ke Benetton.

Warna hijau pada mobil itu wajar, karena pemiliknya (Eddie Jordan) adalah orang Irlandia. Hijau adalah warna negara itu. Tapi sponsornya cocok, 7up, yang juga hijau. Kombinasi hijau muda dan biru membuat saya benar-benar terpikat. Apalagi, bentuk mobil rancangan Gary Anderson ini juga khas lekuk-lekuknya, begitu proporsional.

Pada beberapa tahun setelahnya, mobil Jordan tetap punya corak atraktif walau tidak lagi hijau. Kombinasi biru, putih, dan merah sponsor Sasol tetap mereka terapkan dengan begitu indah.

Menerapkan warna sponsor pada badan mobil ternyata memang tidak gampang. Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir, rasanya sulit menemukan corak yang kembali ikonik.

Ya, mobil-mobil Mercedes sangat konsisten dengan silver-nya, dipadu manis dengan hijau Petronas. Tapi tetap bukan warna yang membuat reaksi wow saat kali pertama diperkenalkan.

Merah Ferrari seharusnya jadi warna paling ikonik, tapi merah Ferrari sekarang tidak lagi seperti dulu. Bahkan belakangan sering gonta-ganti merahnya. Dari agak fluorescent, lalu ke gelap, kombinasi hitam, kombinasi putih, atau merah dof. Buat saya, merah Ferrari masihlah paling keren saat digunakan pada mobil Ferrari F92A. Mobil itu kalahan dan rusakan, salah satu yang terburuk dalam sejarah, tapi itu mobil yang ganteng.

McLaren belakangan mencoba kembali ke masa lalu, memperkenalkan warna tradisional asli tim, papaya orange. Dulu, oranyenya penuh. Sekarang, dipadu dengan biru. Bukan kombinasi yang mudah dilakukan. Tapi hasilnya lumayan. Ikonik? Mungkin tidak.

Warna Red Bull sangat konsisten dari dulu, tapi sekali lagi, wow factor-nya mungkin sudah lama hilang.

Kemudian, saya menonton peluncuran AlphaTauri F1. Seperti kebanyakan hal belakangan ini, launching-nya dilakukan secara live streaming. Tidak butuh lagi TV, tidak butuh lagi media-media tradisional. Tampilkan saja sendiri, bisa diakses ke jutaan penggemar di seluruh dunia.

Acaranya cukup panjang, 40 menitan. Langsung dari Hangar 7 di Austria. Dipadu dengan fashion show, dipandu mantan bintang F1, David Coulthard.

Awalnya, fashion show dulu. Kemudian fashion show seragam tim. Kemudian baru bungkus mobil dibuka. Duoorrr!!!! Mobil dominan putih dengan corak monokrom biru gelap kehitaman itu muncul. Hanya ada sedikit warna lain, yaitu logo merah "Honda Hybrid" pada bagian sidepod (samping).

Mundur dulu sedikit.

AlphaTauri itu tim apa?

Dulunya, tim ini bernama Minardi. Tim yang konsisten di papan bawah, tapi menjadi kesayangan penggemar karena konsistensinya di bawah itu. Kalau Minardi bisa meraih poin, semua penggemar F1 merayakannya bak sebuah kemenangan.

Kemudian, tim itu dibeli oleh merek minuman berenergi asal Austria, Red Bull. Tim masih bermarkas di Faenza, Italia, tapi diposisikan sebagai "tim junior"-nya Red Bull. Namanya Scuderia Toro Rosso.

Bagi yang paham bahasa Italia, "Toro Rosso" itu artinya "Red Bull."

Nah, setelah 14 tahun, Toro Rosso waktunya diubah strategi positioning-nya di bawah bendera Red Bull. Perusahaan minuman itu mengembangkan sayap ke dunia fashion. Mungkin ingin bersaing dengan Zara, Uniqlo, atau brand-brand semacam itu. Merek yang dipakai adalah AlphaTauri. Masih berbau banteng.

Supaya cepat kondang, Red Bull sudah punya platform kelas dunia yang bisa dipakai untuk mempopulerkan merek ini. Tim F1 Toro Rosso pun diganti namanya menjadi AlphaTauri F1.

Seperti ketika Benetton dulu membeli tim F1.

Dan terima kasih kepada mereka, sekarang ada lagi corak mobil F1 yang berpotensi jadi ikonik. Serius, perhatikan. Warna AlphaTauri F1 pasti mengajak kita untuk terus memperhatikan. Di barisan start di sirkuit, warna ini pasti mencolok. Kedua pembalapnya, Daniil Kvyat dan Pierre Gasly, juga mengenakan seragam putih atraktif.

Sudah lama F1 tidak mempunyai mobil bercorak orisinal tapi ikonik. Kudos untuk siapa pun desainernya!

Rabu hari ini, mobil AlphaTauri F1 ini akan turun bersama pesaing dalam sesi uji coba resmi di Barcelona, Spanyol. Rabu hari ini, mobil ini tidak bisa lagi sembunyi. Apakah hanya cantik, ataukah cantik sekaligus cepat.

Tim boleh punya ambisi masuk lima besar konstruktor, tapi tanda-tanda mampu atau tidak hari ini sudah bisa diperhatikan.

Bagi saya sendiri, sudah tidak penting apakah AlphaTauri bakal cepat atau tidak. Terus terang, lima tahun terakhir saya sudah bosan mengamati dan menganalisa, siapa cepat dan siapa tidak. Kenapa cepat dan kenapa tidak.

Saya juga semakin mempertanyakan masa depan F1. Mengingat masa depan yang semakin elektrik, dan mobil bensin terancam punah dalam waktu tidak terlalu lama.

Tapi biarlah. Senang rasanya bisa kembali bergairah memperhatikan F1 murni karena corak baru sebuah mobil. Sekali lagi, kudos untuk AlphaTauri F1, yang kembali mendatangkan fashion di dunia balap (yang dulunya) glamor ini.

Cepat atau tidak, perlu ditegaskan, urusan lain lagi. Saya ingin mengutip tulisan seorang penulis, penyair, dan pesepeda asal Prancis, Paul Fournel: "To look good is already to go fast." (azrul ananda) 

PS: Warna baru Williams 2020 juga lumayan...

Comments (23)

Catatan Rabuan

Formula 1 Tidak Asal Jalan

Akhirnya, tontonan yang paling saya tunggu-tunggu segera dimulai. Akhir pekan ini (3-5 Juli), musim Formula 1 2020 resmi...

Lando Lucu

Dan... Spektakuler! Lando Norris mencatatkan fastest lap lomba pada putaran terakhir itu.

Transformasi McLaren (Dari Kaku Jadi Lucu)

Saya begitu menikmati dua lomba pertama musim Formula 1 2020. Sudah lama rasanya tidak merasa se-happy ini. Faktor utama...

Tuhan Adil, Pierre Gasly

Saya benar-benar harus menulis tentang Pierre Gasly. Juara kejutan Grand Prix Italia di Sirkuit Monza, Minggu lalu (6 Se...