Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Amerika Serikat segera punya presiden baru. Ketika yang lain masih ribut soal penghitungan suara dan kegaduhannya, saya langsung move on dan terpikat oleh sisi lainnya. Yaitu soal first lady. Alias istri presiden. Karena tampaknya Amerika akan segera punya first lady yang bukan hanya seorang guru, tapi juga seseorang yang lucu!

Topik soal peran istri presiden ini sering jadi bahan diskusi sekaligus gurauan di Amerika. Mengingat mereka sebenarnya tidak punya pekerjaan, dan tidak digaji sebagai istri presiden.

Sekali lagi, saya harus mengutip comedian yang belakangan jadi idola saya, Bill Burr. Dalam salah satu show-nya beberapa tahun lalu, saat Barack Obama baru saja mengakhiri masanya jadi presiden, dia berulang kali menyindir (lucu) first lady-nya, Michelle Obama.

Bill Burr mengaku heran bagaimana seorang istri presiden tiba-tiba bisa punya show sendiri, punya tour sendiri. Tidak tanggung-tanggung, turnya menggunakan stadion-stadion terbesar alias "arena tour." Untuk membahas buku Michelle Obama waktu itu, Becoming.

"Michelle Obama melakukan arena tour. Bukan klub komedi, arena tour! Sejak kapan first lady berulah seolah dia juga ikut terpilih. First lady itu bukan pekerjaan, biasanya hanya berdiri, senyum, dan melambaikan tangan," guraunya.

Kalau itu pekerjaan, lanjut Burr, maka sang first lady akan kelihatan seperti kebanyakan orang yang bekerja keras. "Lihat saja dia. Lihat (Barack) Obama. Ketika (Barack) kali pertama terpilih, dia kelihatan umur 41. Ketika dia menuntaskan tugasnya, dia kelihatan seperti 73. Lihatlah Michelle, dia kelihatan lebih muda!" ucapnya lagi.

Kemudian, Burr menyebut tentang istri-istri lain presiden: "Terserah apa pendapat Anda tentang presiden dari Partai Republik. Mereka tahu cara menempatkan istri masing-masing. George W. (Bush) delapan tahun jadi presiden, saya tidak ingat siapa nama istrinya!"

Soal Trump, ia juga menyindir: "Donald Trump istrinya hanya berdiri di belakangnya seperti seekor meerkat raksasa."

Presiden lain dari Partai Demokrat? "Ketika Bill Clinton jadi presiden, istrinya selalu cerewet!"

Tenang, Bill Burr ini memang terkenal dengan gaya komedinya yang provokatif. Menyindir, tapi apa adanya. Orang sudah paham, tidak akan tersinggung berlebihan. Karena gurauannya memang sering berbasis fakta yang kuat. Dan dia selalu mengedepankan akal sehat.

Tidak terlalu mendewakan seorang first lady, memang ada benarnya. Yang dipilih itu suaminya. Bukan dia. Burr memberi contoh tukang ledeng. Kalau tukang ledengnya berhalangan, kita tidak mungkin minta tolong pada istrinya bukan? Kecuali kalau istrinya juga tukang ledeng!

Anyway, soal istri presiden Partai Republik dan Demokrat itu mungkin benar juga. Walau terus terang saya tidak punya ingatan yang sangat jauh ke belakang. Istri presiden Partai Republik terakhir yang terkenal mungkin adalah Nancy Reagan. Setelah itu, orang tak terlalu ingat kiprah istri George Bush, atau istri sang anak, George W. Bush.

Istri Trump? Juga tidak banyak peran, walau sebenarnya telah memecahkan beberapa "rekor." Misalnya, istri presiden pertama yang imigran, yang lahir di luar negeri, yang mantan model, dan yang pernah berpose telanjang.

Istri-istri para presiden Partai Demokrat? Memang cenderung "bersuara." Istri Bill Clinton, Hillary, adalah seorang pengacara lulusan universitas kondang, Yale. Pernah jadi menteri luar negeri, dan nyaris jadi presiden perempuan pertama dalam sejarah Amerika.

Istri Obama, Michelle, juga pengacara lulusan Harvard. Jangan kaget kalau Michelle akan terus berkiprah di depan publik dalam tahun-tahun ke depan.

Nah, sekarang, Amerika akan punya Jill Biden sebagai first lady baru. Sebenarnya juga bukan benar-benar baru di White House. Karena dia pernah lama jadi second lady alias istri wakil presiden.


Joe Biden menikahi Jill pada 1977. 

Namun dulu, Jill banyak "tenggelam" oleh kiprah Michelle Obama. Dan lagi, dulu Jill memilih tetap aktif mempertahankan pekerjaan hariannya. Menjadi seorang guru/dosen di community college. Bagi yang tidak familiar, community college itu sekolah lanjutan setelah SMA. Tapi bukan universitas dan biasanya lebih melayani kebutuhan pendidikan lanjutan warga sekitarnya. Khususnya yang kurang mampu.

Biaya masuknya sangat rendah. Maksimal menyediakan gelar dua tahun, dan semua nilainya bisa digunakan untuk masuk universitas. Saya termasuk produk community college. Karena tidak punya ijazah SMA (cerita panjang), saya "nyambi" ngambil kelas di Sacramento City College sebelum menuntaskan S1 saya di California State University Sacramento.

Karena murah dan mudah masuknya, banyak imigran atau orang kurang mampu, atau orang yang bekerja siang dan butuh kuliah malam, mengejar pendidikan lanjutan mereka di community college.

Jill Biden fokus mendedikasikan dirinya di dunia ini. Dia meraih gelar doktor dari University of Delaware, di bidang edukasi, dengan disertasi tentang pentingnya peran community college.

Jadi, selama bertahun-tahun Joe Biden jadi wakil Obama, Jill tetap mengajar. Kalau harus bepergian dengan Joe, dia membawa serta pekerjaannya untuk menilai tugas-tugas para pelajar.

Michelle Obama, dalam sebuah wawancara, mengaku mengagumi itu. Saat masuk pesawat, dia sebenarnya ingin duduk dan berbincang dengan Jill. Tapi dia harus menunggu, karena Jill harus menyelesaikan dulu pekerjaannya menilai tugas-tugas di dalam pesawat!

Jill mengingatkan saya pada orang tua angkat saya waktu SMA di Kansas. John dan Chris Mohn. Walau punya usaha media, mereka tetap mendedikasikan diri mengajar di SMA setempat. Jill usianya sama dengan Chris Mohn, sama dengan Abah saya. Lahirnya pada 1951. John, yang usianya sudah lebih dari 80 tahun, sekarang sudah pensiun. Chris sampai sekarang masih mengajar di universitas, mengajar Bahasa Spanyol.

Kalau jiwanya pendidik, sepanjang hidup selama masih kuat akan terus menekuninya!

Tentu saja, akan sangat sulit bagi Jill Biden untuk tetap jadi pengajar ketika resmi jadi first lady nanti. Dia sendiri paham itu. Ketika ditanya apakah dia ingin tetap mempertahankan pekerjaannya, dia hanya bisa menjawab, "I sure hope so (Saya benar-benar berharap masih bisa)."

Yang bisa saya bayangkan, dunia pendidikan akan mendapat fokus ekstra di era Biden nanti. Khususnya pendidikan lanjutan bagi yang membutuhkan, seperti lewat community college. Saya yakin akan ada program besar di bidang itu.

Itu sisi pekerjaan dan fokus Jill Biden. Sisi lain lagi? Kita mungkin akan melihat lebih dekat lagi sosok first lady yang lucu!

Sebenarnya, Jill sudah sering bertingkah kocak saat masih jadi second lady. Tapi ya itu tadi, tidak terekspose luas karena memang "tenggelam" di belakang sosok besar Michelle Obama.

Ini salah satu cerita paling kondang: Jill pernah jadi orang pertama yang masuk ke dalam pesawat khusus wakil presiden (Air Force 2). Iseng, dia memilih bersembunyi di overhead compartment (rak bagasi di atas tempat duduk). Lalu, dia mengejutkan orang-orang yang membukanya!

Yang paling sering dia lakukan: Menyamar jadi pelayan, lengkap dengan wig atau aksesori lain, saat ada pesta atau acara resmi. Bayangkan, Anda datang sebagai tamu, dan tidak sadar kalau yang baru saja memberi Anda minuman adalah istri wakil presiden!

Cucu-cucunya pun sering jadi target. Kebetulan, Jill adalah seorang pelari. Bahkan pelari maraton. Dia sering memaksa anak-anak atau cucu-cucunya untuk rajin olahraga. Ketika lari bersama, Jill berkali-kali mengerjai mereka. Salah satu cerita menyebutkan, Jill menemukan seekor ular yang sudah mati. Lalu menaruh ular itu di dalam tas cucunya!

Saya sudah tidak sabar menunggu apa lagi ulah Jill Biden di White House nanti. Akan jadi "penyeimbang" yang dahsyat untuk Joe Biden, seseorang yang selalu kalem, jauh dari kegaduhan.

Mungkin karena "seimbang" inilah, keduanya telah bersama selama lebih dari 40 tahun! (azrul ananda)

Comments (24)

Catatan Rabuan

New Year Asyik Nggak Ngapa-Ngapain

Liburan pergantian tahun 2019 ke 2020 ini memang kami --saya dan keluarga-- niati untuk tidak ngapa-ngapain. Mencari tem...

Paspor Biologis

Saking sebalnya lihat berita, buat saya berita terbaik pekan ini adalah dibuka kembalinya Shanghai Disneyland di Tiongko...

Rasisme Itu Senyap

Rupanya orang capek juga bicara soal virus. Kemudian bicara soal kerusuhan. Kemudian menyinggung soal rasisme. Ada yang...

Tidak Ada Sampul JelekĀ 

Impian saya: Pemimpin yang ketika terpilih nanti tidak banyak kelihatan di billboard, media, termasuk media sosial. Tida...