Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Norwegia lebih dulu paksakan mobil listrik, memimpin dunia dalam penjualannya secara per kapita. Orang Amerika marah dan meneriakkan "Norway No Way!". Amerika harus menang. Tapi marahnya lucu...

Saya benar-benar terpingkal-pingkal ketika kali pertama melihatnya. Istri saya sampai heran, karena saya terus menerus mengulanginya dan selalu terpingkal-pingkal.

Yang saya lihat itu adalah iklan terbaru General Motors (GM), grup produsen mobil terbesar Amerika. Iklan itu dipersiapkan untuk tayang di ajang olahraga terbesar dunia, Super Bowl, Minggu ini (7 Februari). Iklan luar biasa yang semakin mengukuhkan bahwa mobil berbahan bakar minyak bakal punah dalam hitungan beberapa tahun lagi.

Bagi yang familiar, Super Bowl bukan sekadar laga final National Football League (NFL), liga terbesar Negeri Paman Sam. Super Bowl juga menjadi ajang persaingan iklan terbaik, berebut perhatian di hadapan ratusan juta pemirsa (di Amerika saja).

Tahun ini, tarif dasar pasang iklan di Super Bowl adalah USD 5,6 juta (sekitar Rp 79 miliar) per 30 detik. Tidak beda jauh dengan tarif tahun lalu. Sulit naik harganya, disebut karena efek pandemi. Tapi tetap saja harganya paling fantastis sedunia. Plus ada biaya tambahan USD 300 ribu kalau iklan itu juga mau dimasukkan ke saluran streaming.

Iklan GM soal mobil listrik ini panjangnya 60 detik. Sangat mahal untuk ditayangkan hanya sekali di Super Bowl. Karena itu, GM memastikan kualitas iklannya pun dahsyat. Apalagi pesannya memang kuat, bahwa era mobil listrik sudah jauh lebih dekat dari yang semua bayangkan, khususnya di Amerika.

Iklan ini sebagai penegasan pernyataan GM baru-baru ini, bahwa mereka akan menghentikan jualan mobil bensin pada 2035. Fokus ke EV (Electric Vehicle). Pada 2025, mereka berencana merilis 30 model mobil listrik baru lewat semua merek yang mereka miliki. Yaitu Chevrolet, Buick, GMC, dan Cadillac.

Iklan ini juga menyusul penegasan visi masa depan transportasi begitu Joe Biden dilantik jadi presiden. Biden langsung meneken larangan pengeboran sumber minyak baru di tanah federal Amerika. Ia juga ingin segera mengganti seluruh kendaraan pemerintah federal menjadi EV. Sementara itu, salah satu misi utama Menteri Transportasi Pete Buttigieg adalah memasang lebih dari 500 ribu fasilitas fast charging mobil listrik di jaringan jalan tol Amerika yang begitu dahsyat.

Tapi, iklan mahal dan pesan dahsyat tetap harus mudah diterima pemirsanya. Bahkan, harus sangat bisa diingat dan jadi bahan pembicaraan panjang. Kalau tidak, percuma pasang iklan supermahal di Super Bowl.

Jadi, iklan itu harus LUCU.

Dan iklan itu, menurut saya, SANGAT LUCU.

Amerika banget, dalam hal menunjukkan semangat tak mau kalah. Tapi juga tidak malu menyindir orang Amerika sendiri, yang sering dianggap tidak kenal dunia luar.

Anda bisa menonton sendiri iklan itu di YouTube. Judulnya No Way Norway. Malah ini versi yang lebih panjang, lebih dari 90 detik. Yang di Super Bowl justru lebih singkat.

Iklan itu dibintangi salah satu bintang komedi terbesar, Will Ferrell, dibantu komedian lain yang sedang naik daun, Kenan Thompson dan Awkwafina.

Di awal iklan, Ferrell begitu marah begitu tahu Amerika kalah dari Norwegia dalam penjualan mobil listrik per kapita. Saking marahnya, dia meninju --sampai jebol-- peta Norwegia di sebuah globe.

Kemudian, ia mengajak Thompson dan Awkwafina untuk menuju Norwegia. Tujuannya untuk marah-marah di sana dan menyatakan bahwa Amerika akan mengalahkan mereka!

Ferrell naik mobil listrik Cadillac Lyriq SUV, sementara Thompson dan Awkwafina naik GMC Hummer EV.

Ending-nya pun istimewa dan "Amerika banget" di mata saya. Begitu sampai, baru saja mau teriak-teriak, Ferrell langsung terkagum-kagum dengan keindahan tempat yang baru dia datangi.

Kemudian ada telepon masuk, dari Thompson. Mereka saling bertanya sedang di mana. Thompson bilang dia dan Awkwafina masih ada di tengah salju di Finlandia. Dan ketika Ferrell teriak kalau dia sudah di Norwegia, ada perempuan lewat mengingatkan kalau Ferrell salah tempat. Dia sedang berada di Swedia!

Saya benar-benar terpingkal-pingkal menontonnya! Entah seperti apa reaksi Anda, tapi saya benar-benar bisa memahami psikis di balik gurauan iklan ini!

Tentu saja, dalam perjalanan ke Norwegia itu, Ferrell menyebutkan pesan-pesan iklan GM. Bahwa GM punya teknologi baterai Ultium, yang akan membuka jalan bagi semua orang untuk bisa beli mobil listrik. Hashtag GM dalam kampanye mobil listrik memang tegas: #EVerybodyin (semua terlibat, tapi EV-nya ditegaskan).

Sambil terpingkal-pingkal, saya juga semakin merenung. Bahwa era mobil listrik akan datang lebih cepat lagi dari yang kita semua bayangkan. Karena Amerika "sudah marah."

Bukan, bukan karena Amerika negara yang arogan. Tapi karena Amerika itu salah satu pasar mobil terbesar dunia (dulu nomor satu), yang otomatis akan menyeret produsen negara lain untuk lebih cepat lagi beradaptasi dengan market-nya. Apalagi yang menganggap Amerika sebagai pasar utamanya.

Oh ya, satu lagi yang membuat iklan ini mengingatkan saya tentang sikap dan semangat sebuah negara dan rakyatnya: Sikap kompetitif, cepat bertindak supaya tidak kalah. Kelanjutan konsep "American dream," di mana seseorang bisa mencapai apa saja, menjadi apa saja, kalau dia mau berpikir dan bekerja keras untuk mendapatkannya.

Suka atau tidak kita pada Amerika atau negara lain, tetap harus ada hal positif yang bisa kita ambil dari mereka bukan? (Azrul Ananda)

Baca juga tulisan sebelumnya terkait Norwegia dan mobil listrik: Lima Tahun Lagi

Comments (19)

Catatan Rabuan

Iklan-Iklan "Juara" Super Bowl

Untungnya, ada satu hal yang tetap membuat Super Bowl edisi ke-55 ini super menghibur. Yaitu iklan-iklannya.

Masa Depan Dompet Krek-Krekan

Teman-teman banyak yang menertawai saya. Tepatnya setiap kali saya mengeluarkan dompet. Karena dompet saya tipe “krek-kr...

Ayo Selingkuhi Daging Sapi

Perang teknologi masa depan, mungkin, bukanlah di dunia komputer atau elektronik lain. Perang teknologi masa depan, tamp...

Lima Tahun Lagi

Masa depan sudah lebih dekat dari yang kita bayangkan. Lima tahun lagi, kita punya presiden baru. Lima tahun lagi, janga...