Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Ahhh, sejak SMA di Kansas 1993, lebih dari 30 tahun sudah saya jadi bagian dari Chiefs Kingdom. Pendukung klub NFL Kansas City Chiefs. Namun baru lima tahun terakhir ini saya jadi dimanja. Minggu kemarin (11 Februari), Patrick Mahomes dkk berhasil menjadi juara Super Bowl untuk kali ketiga dalam lima tahun. Menjadi "dinasti" baru NFL.

Saya ingat betul patah hatinya Chiefs Kingdom pada 1993 itu. Berhasil lolos ke final wilayah, mereka kandas di tangan Buffalo Bills. Sebelum hadirnya anak ajaib Patrick Mahomes pada 2017, itulah kali terakhir Chiefs hampir mencapai Super Bowl (final dua conference/wilayah).

Waktu itu, Chiefs mengandalkan Joe Montana sebagai quarterback, posisi termahal di American football, sebagai pengendali serangan. Jersey Montana itu masih saya simpan sangat rapi sampai hari ini.

Ketika Chiefs akhirnya menjadi juara Super Bowl pada 2020, kali pertama jadi juara dalam 50 tahun, rasanya bahagia luar biasa. Saya berbagi perasaan itu dengan keluarga angkat saya di Kansas, juga teman-teman saya di sana atau yang dari sana.

Secara teknis, Kansas City itu berada di negara bagian Missouri. Tapi kota itu berbagi perbatasan dengan negara bagian Kansas, dan memiliki "pasar" utama dua negara bagian tersebut.

Kemudian, pada 2021, Chiefs kembali lolos Super Bowl. Sayang kalah di tangan Tampa Bay Buccaneers (dan jenderal lapangannya Tom Brady). Baru juara lagi pada 2023 lalu, dan kemudian juara lagi pada 2024 ini. Kali ini menang 25-22 atas San Francisco 49ers lewat babak perpanjangan waktu.

Chiefs adalah tim pertama yang juara back-to-back di NFL sejak 20 tahun lalu!

Di NFL, yang menerapkan aturan ketat salary cap, tidaklah mudah bagi sebuah tim untuk terus di puncak. Tidak peduli pemiliknya sekaya apa, tidak peduli market-nya sebesar apa, semua tim harus mematuhi aturan pembatasan total gaji pemain tersebut.

Bahkan aturannya lebih ketat dari NBA. Kalau di NBA, tim boleh melanggar batasan asal mau membayar penalti. Semakin tinggi pelanggaran, semakin besar penaltinya. Uang penalti itu kemudian dibagikan ke tim-tim lain yang tidak melanggar aturan salary cap.

Nah, di NFL, aturan salary cap-nya adalah "hard cap". Maksudnya, batasan itu batasan mati, tidak boleh dilanggar sama sekali.

Karena itu, tim-tim NFL tidak bisa menumpuk bintang. Ketika waktunya perpanjangan kontrak atau terjadi kenaikan, sering sekali bintang itu harus pindah ke tim lain.

Pada musim 2023 yang baru berakhir dengan Super Bowl 2024, angka batas gajinya adalah USD 224,8 juta. Itu untuk seluruh tim, dan satu tim NFL beranggotakan pemain "aktif" 53 orang!

Seorang superstar, seperti kapten Chiefs Patrick Mahomes, gajinya dengan mudah di atas USD 50 juta semusim. Masa-masa menggaji murah Mahomes sudah berakhir pada 2022. Itu berarti, Mahomes sendirian menghabiskan sekitar seperempat jatah gaji. Sisanya harus dibagi 52 orang. Belum lagi bintang kedua, bintang ketiga, yang masing-masing di atas USD 15 juta, bahkan di atas USD 20 juta.

Setiap tim harus pintar-pintar mengatur roster. Harus pintar-pintar memilih pemain-pemain baru lewat NFL Draft, karena pemain-pemain itu kena batasan gaji maksimal. Di NFL, seperti juga di NBA, pemain-pemain baru harus menjalani "masa pengabdian" di mana gajinya dibatasi hingga sekitar empat tahun.

Dalam lima tahun terakhir, Chiefs benar-benar pintar bermain catur dengan susunan pemainnya. General Manager Brett Veach dan kepala pelatih Andy Reid mampu berkolaborasi untuk memaksimalkan susunan yang ada, sambil menyiapkan calon-calon pengganti ke depan.

Dua tahun lalu, mereka harus rela melepas superstar wide receiver (tukang tangkap bola) Tyreke Hill karena tak bisa membayarnya sesuai harga pasar. Tapi tidak masalah, karena mereka mampu menambal sana-sini dan tetap jadi juara.

Beberapa pemain senior juga hengkang karena batasan gaji, tapi Chiefs tetap konsisten. Yang penting pelatih konsisten (Reid), quarterback konsisten (Patrick Mahomes). Plus pemain-pemain pilar "tak mahal" tetap mewarnai berbagai posisi.

Musim 2023 (Super Bowl 2024) ini seharusnya jadi tahun transisi untuk Chiefs. Karena tak bisa menyewa banyak bintang, mereka sangat mengandalkan pemain-pemain "buangan" dan banyak sekali rookie (pendatang baru).

Ternyata, hasilnya masih juara. Ini membuat Chiefs semakin ditakuti tahun depan, karena mereka justru punya ruang belanja untuk mencari lebih banyak pemain lebih kuat. Plus, Mahomes sudah rela "merestrukturisasi" bayarannya, mengorbankan sejumlah duit di depan, untuk membuka semakin banyak ruang belanja bagi tim.

Sukses Chiefs ini juga diraih di momen terbaik. Super Bowl Minggu lalu berhasil menjadi tayangan paling ditonton dalam sejarah. Network yang menayangkannya, CBS, berhasil menyedot rata-rata 123,4 juta penonton. Angka peak-nya bahkan sempat menyentuh angka 200 juta.

Itu lebih tinggi dari tahun lalu, 115 juta, saat Chiefs mengalahkan Philadelphia Eagles.

Bahkan, saking tingginya, angka penonton Super Bowl LVIII (58) itu menjadi satu-satunya program yang bisa mendekati rekor sejarah televisi: Yaitu lebih dari 125 juta orang yang menonton langsung pendaratan Apollo 11 di Bulan pada 1969!

Berbagai faktor tentu mendorong angka tersebut. Misalnya, pertandingan yang berlangsung sangat seru bahkan sampai perpanjangan waktu. Kemudian, lokasinya di Las Vegas yang punya daya tarik tersendiri bagi pemirsa di mana pun. Tidak ketinggalan terus meningkatnya popularitas NFL. Semakin menancap di Amerika, semakin meluas di dunia.

Popularitas itu tentu mendapat dorongan tambahan beberapa bulan terakhir. Khususnya terkait hubungan cinta antara bintang Chiefs, Travis Kelce, dengan superstar Taylor Swift.

Swift mungkin adalah bintang musik terbesar dunia saat ini, dan dia membantu memperluas pasar NFL hingga merambah kalangan perempuan muda. Salah satu bukti konkretnya di sekitar saya sendiri. Istri saya sekarang jadi ikutan nonton kalau Chiefs bertanding. Teman-teman perempuan di manajemen DBL Indonesia juga jadi pengikut perkembangan Chiefs dan NFL.

"Tidak perlu diragukan lagi, dia menambah pemirsa NFL", tandas Bob Bakish, chief executive Paramount Global, induk CBS, seperti dilansir Bloomberg.

Taylor Swift memeluk Travis Kelce usai Kansas City Chiefs juara Super Bowl LVIII.

Benar-benar luar biasa momen kejayaan Mahomes dan Chiefs ini. Mulai disamakan dengan era Michael Jordan di Chicago Bulls, yang mampu melontarkan NBA ke tingkat popularitas baru.

Dan mungkin, Mahomes adalah "anak takdir" NFL. Karena ada satu lagi "karma" yang terjadi di Super Bowl LVIII. Di final itu, Chiefs jadi juara di babak perpanjangan waktu setelah memaksimal aturan baru.

Sebelum 2021, babak overtime berlangsung sudden death. Setelah lempar koin, tim yang "beruntung" memilih pegang bola duluan bisa mengunci kemenangan secara langsung.

Aturan itu diubah gara-gara Mahomes. Pada playoff 2021, Chiefs menang di overtime setelah "menang" lempar koin. Lawannya, Buffalo Bills, tidak dapat kesempatan menyerang sama sekali.

Pada Maret 2022, aturan itu diubah. Sejak 2022, kalau overtime, setiap tim dapat kesempatan menyerang minimal sekali. Kalau sama-sama menyerang sekali masih seri, baru sudden death.

Di Super Bowl Minggu kemarin, San Francisco menang lempar koin. Mereka pegang bola duluan, dan berhasil mencetak 3 poin lewat field goal. Kalau ini aturan lama, maka 49ers-lah juaranya.

Tapi karena aturan baru, Mahomes dapat kesempatan membalas. Kalau Chiefs mencetak 3 poin, maka berlanjut ke sudden death. Kalau Chiefs mencetak touchdown alias 6 poin, maka Chiefs-lah yang juara.

Di babak perpanjangan waktu itu, dengan waktu hanya tersisa tiga detik, Chiefs mencetak touchdown. Chiefs yang juara.

Inlah "karma"-nya Mahomes.

Aksi Mahomes saat menghadapi San Francisco 49ers di Super Bowl LVIII.

Beberapa pekan lalu, saat konser di Argentina, Taylor Swift sempat mengganti lirik lagu karmanya dengan ungkapan "Karma is the guy on the Chiefs, coming home to me".

Tentu saja "Karma" versi Swift ini adalah Kelce.

Tapi, bagi seluruh penggemar NFL, khususnya penggemar Chiefs, "Karma" itu adalah Patrick Mahomes.(azrul ananda)

Comments (8)

Catatan Rabuan

Growing Pain

Hargai, hormati, dan rawat pemain-pemainmu sebaik mungkin. Tapi jangan sampai jatuh cinta. Wah, di Indonesia ini banyak...

Semua Kalah dengan Super Bowl (1) - Harga Tiket Rata-Rata Rp 130 Juta

Fakta: Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia. Fakta: Premier League (Inggris) adalah liga sepak bola dengan...

Semua Kalah dengan Super Bowl (2) - Baru Dapat Piala Ayah setelah 50 Tahun  

Tidak perlu mengerti permainan American football untuk ikut geleng-geleng kepala dengan kehebatan Super Bowl. Pertanding...

Kemenangan 50 Tahun... J.Lo!

Pesta olahraga terbesar di alam semesta, Super Bowl LIV (54), berakhir dengan banyak sejarah dan perbincangan. Dua topik...