Catatan
Rabuan
Azrul
Ananda

Untuk kali pertama dalam tiga tahun ini, saya tidak fokus nonton Super Bowl, final liga American Football yang merupakan event olahraga sehari terbesar di dunia. Bukan. Bukan karena tim favorit saya Kansas City Chiefs gagal ke final. Karena Senin pagi itu (14 Februari WIB) kebetulan ada janjian meeting dengan seorang gubernur.

Walau tidak menonton pertandingannya, saya tetap memperhatikan iklan-iklannya. Karena setiap tahun, saya selalu ingin merasakan lagi masa kuliah jurusan marketing dulu. Yaitu mempelajari dan mengamati iklan-iklan Super Bowl tahun itu.

Bagi yang belum paham, Super Bowl juga menjadi ajang adu kehebatan membuat iklan. Tidak semua mampu pasang iklan di ajang tersebut. Tarif per 30 detiknya tahun ini mencapai USD 6,5 juta, atau lebih dari Rp 100 miliar.

Untuk memastikan iklan mendapat perhatian, maka para pemasang iklan pun memastikan "karya iklan" itu juga istimewa. Percuma bayar mahal kalau tidak mendapat perhatian, apalagi kalau sampai tenggelam dari iklan yang lain (termasuk iklan kompetitor).

Hampir setiap media punya daftar top ten iklan terbaik setiap tahun. Hampir setiap kelas advertising di berbagai universitas punya proyek khusus membahas dan menganalisa iklan-iklan tersebut.

Tahun ini, saya tidak ingin menulis top ten saya. Karena ada tren besar yang membuat saya terhenyak. Di Super Bowl LVI ini, iklan mobil listrik terasa mendominasi. Bukan berarti paling banyak, tapi paling terasa!

Usai Super Bowl tahun lalu, saya sudah menulis bagaimana Amerika mulai menyikapi mobil listrik. Iklan paling menonjol waktu itu, bagi saya, adalah iklan General Motors (GM) yang menampilkan bintang komedi Will Ferrell. Ceritanya, karakter Ferrell marah besar karena Amerika "kalah" dari negara lain dalam hal mobil listrik. Dalam pesannya, GM menegaskan akan merilis 30 mobil listrik baru pada atau sebelum 2025.

Tahun ini, GM menegaskan pesan itu. Bahwa mereka "all in" menuju era mobil listrik. Dan iklan mereka yang utama di Super Bowl LVI mungkin adalah iklan favorit saya tahun ini.

Sebelum lanjut, Super Bowl ini juga menunjukkan siapa target utama mayoritas produk yang ditampilkan. Yang ditarget adalah early millenial, alias generasi yang "gaul" di era 1990-an dan awal 2000-an. Mereka-mereka yang sekarang seharusnya mapan.

Banyak iklan menggunakan tema atau bintang-bintang yang relevan dengan era tersebut. Bahkan, Pepsi Half Time Show pun menampilkan bintang-bintang era itu. Yaitu Dr Dre, Eminem, Mary J Blige, Snoop Dogg, dan 50 Cent.

Iklan mobil listrik GM kali menampilkan barisan antagonis dari serial era tersebut, Austin Powers. Yaitu Dr Evil, asisten utamanya Number Two, pasangan hidup Frau Farbissina, serta anaknya Scott (yang digambarkan punya anak bayi, bernama asli Kyle tapi dijuluki "Baby Me" oleh sang kakek).

Mohon maaf buat yang tidak paham serial komedi parodi James Bond ini. Karakter Dr Evil adalah salah satu karakter favorit saya. Saya bahkan koleksi bonekanya, baju-bajunya, dan lain-lain.

Dia selalu punya ambisi menguasai dunia. Asistennya, Number Two, selalu memberi opsi menguasai dunia melalui jalur korporasi. Misalnya saat mengakuisisi Starbucks untuk mendominasi penjualan kopi dunia.

Di iklan Super Bowl, Number Two membantu Dr Evil mengakuisisi GM. Kemudian, mereka berempat berdebat soal mengapa harus jualan mobil listrik untuk menyelamatkan dunia. Dr Evil disebut bukan lagi ancaman nomor satu dunia. Perubahan iklim adalah ancaman nomor satu, Dr Evil nomor dua.

Sempat marah, Frau lantas mengingatkan Dr Evil. Bahwa untuk menguasai dunia, maka dunia harus diselamatkan dulu. Karena kalau tidak, maka tidak ada yang bisa dikuasai. Setuju dengan itu, Dr Evil pun "all in" dengan mobil listrik.

Entah Anda bagaimana, tapi saya bahagia sekali menonton iklan ini. Bahkan tertawa terpingkal-pingkal. Kalau Anda penggemar Austin Powers, maka Anda akan paham detail-detail kecil dalam iklan pendek tersebut.

Di Super Bowl ini pula, GM menegaskan pesan go electric itu lewat iklan-iklan tambahan dari merek-merek di bawahnya. Misalnya Chevrolet lewat Silverado listrik, Cadillac, Hummer, dan lain-lain.

Selain GM, merek Jerman BMW ikut menampilkan iklan yang "mahal" untuk jualan mobil listrik. Mereka merekrut dua bintang global senior, Arnold Schwarzenegger dan Salma Hayek. Berperan sebagai Dewa Zeus dan Hera.

Dalam ceritanya, keduanya sudah bosan jadi dewa. Ingin pensiun di Palm Beach, California (Schwarzenegger pernah jadi gubernur negara bagian ini). Tapi ternyata, hidup sebagai pensiunan tidak seenak yang mereka bayangkan. Selalu diganggu tetangga yang butuh bantuan soal listrik, dan lain-lain.

Supaya Zeus tetap semangat, Hera membelikannya sebuah mobil listrik: BMW iX SUV. Zeus jadi supersemangat lagi dan mengendarakan mobil itu bersama Hera. Slogan kondang BMW lantas muncul, dengan sedikit modifikasi: "BMW, The Ultimate ELECTRIC Driving Machine."

Dua pabrikan Korea, Hyundai dan KIA, juga menampilkan mobil listriknya di Super Bowl LVI. Perusahaan baru penantang Tesla, Polestar, ikut muncul dengan iklan yang menyindir para pesaing/pendahulu.

Tapi, ada lagi satu iklan yang menunjukkan betapa mobil listrik benar-benar jadi masa depan dalam waktu dekat di Amerika. Yaitu iklan dari Wallbox, sebuah merek charger yang membantu mengisi baterai mobil saat di rumah.

Bahwa charger mobil rumahan sampai pasang iklan di Super Bowl, itu tandanya dunia memang sudah menuju era yang berbeda!

Dan iklan ini tergolong unik. Karena bintangnya bukanlah bintang. Melainkan Seth Thomas dan ayahnya, Kevin. Kedua orang ini sepuluh tahun lalu sempat menjadi bahan berita dan perbincangan, karena sama-sama selamat dari sambaran petir saat touring bareng naik motor.

Jadi, iklan ini basisnya kisah nyata. Namun "dikilik" gaya komedi iklan Amerika.

Di dalam iklan, Seth disebut trauma dengan listrik gara-gara kejadian sepuluh tahun lalu. Sehingga mencolokkan kabel saja dia takut. Untung ada Wallbox. Dia tidak lagi khawatir untuk mengisi mobil listriknya di rumah!

"Iklan kami mengajak pemirsa untuk merangkul (mobil listrik). Dengan cara melihat bagaimana Seth mendemonstrasikan betapa mudahnya menggunakan Wallbox. Kalau Seth bisa, Anda pun bisa," begitu kata Barbara Calixto, chief marketing officer Wallbox.

Secara keseluruhan, tahun ini ada begitu banyak iklan menarik di Super Bowl. Anda bisa mencari dan menikmatinya sendiri secara online. Dari barisan non-mobil listrik, favorit saya adalah iklan keripik kentang Lay's, menampilkan dua bintang yang awalnya meroket pada 1990-an lalu: Seth Rogen dan Paul Rudd.

Coba Anda tonton sebanyak mungkin iklan-iklan itu, lalu coba bikin daftar, yang mana jadi favorit Anda.

Saya sendiri mempertontonkan iklan-iklan itu ke anak-anak saya. Lalu saya akan meminta mereka menganalisa lalu memilih, yang mana favorit mereka. Dan mereka harus bisa menjelaskan kenapa... (azrul ananda)

Comments (11)

Catatan Rabuan

Olahraga (Industri) yang Sehat

Olahraga bisa bikin badan kita sehat. Jiwa kita juga kuat. Jadi pengurus olahraga di Indonesia mungkin bisa punya efek b...

Nawaitu Wasit

Semoga saja semua olahraga di Indonesia ini nawaitunya memang menuju lebih baik. Dan kalau memang nawaitunya begitu, ya...

Prinsip Liga Pandemi

Persebaya sudah berkali-kali jadi korban/martir musim ini. Dan kami tahu ada banyak tim yang menunggu Persebaya menyampa...

Koh Hay Sang X-Men

Koh Hay usianya sudah 73 tahun. Sejak 2021 lalu, beliau seharusnya menjalani operasi lutut. Total knee replacement. Tapi...