Sekarang, kita mencoba melihat sisi lain keputusan main malam itu. Apakah liga mendapatkan keuntungan tambahan? Rasanya tidak. Karena hak siar sudah dibeli secara gelondongan. Bahkan kontrak "multiyear" (beberapa tahun) sudah diteken sejak lama.
Manado dan Sulawesi Utara jadi salah satu tempat liburan favorit saya dan istri.
Akhirnya saya bisa menikmati lagi Song For Pride. Empat kali malah. Saat menyaksikan Going Stronger Game, Persebaya melawan PSIM Jogjakarta, Minggu, 17 Juli lalu.
Saya tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan anak saya yang baru naik kelas 6 SD ikut tertawa terpingkal-pingkal. Saking lucunya, kami harus me-rewind beberapa kali adegan tersebut. Adegan di episode keenam, sekaligus terakhir, dari serial superhero Ms. Marvel di Disney+.
Kalau sepertinya terlalu gampang, terlalu bagus, terlalu indah, terlalu wah, terlalu baik, maka itu pasti tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.
Waktu benar-benar berjalan cepat ya. Tidak terasa, perusahaan sports management yang saya prakarsai, DBL Indonesia, sudah berusia 18 tahun.
Penasaran rasanya melihat Madiun ke depan. Apalagi pengembangan dan kejutan yang akan dilakukan Pak Maidi dan jajarannya.
Total sudah ada 28 film Marvel Cinematic Universe (MCU) dirilis sejak Iron Man pertama muncul pada 2008. Plus sejumlah serial terkait di saluran streaming Disney+. Sudah ada begitu banyak tokoh-tokoh antagonis yang disuguhkan. Termasuk yang mungkin paling berkesan: Thanos.
Tidak pernah ada perjalanan yang sempurna. Pasti ada saja kejadian, atau rangkaian kejadian, yang "menyebalkan" dan kemudian menjadi salah satu cerita utama perjalanan itu.
Dua kali. Dua kali saya merasa benar-benar takut. Bukan sekadar khawatir, tapi benar-benar takut. Benar-benar takut tidak bisa lagi menuntaskan misi pribadi yang sudah bertahun-tahun saya lakukan. Menuntaskan salah satu event sepeda terberat di dunia, Unbound Gravel (dulu Dirty Kanza) di negara bagian tempat saya SMA dulu, Kansas.