Akhirnya saya bisa menikmati lagi Song For Pride. Empat kali malah. Saat menyaksikan Going Stronger Game, Persebaya melawan PSIM Jogjakarta, Minggu, 17 Juli lalu.
Apakah sekarang sudah waktunya? Kalau belum, apakah waktunya sudah dekat? Yang saya pertanyakan bukanlah akhir dari pandemi ini. Yang walau sepertinya sudah mendekati akhir, tetap tidak akan berakhir berhenti begitu saja. Yang saya pertanyakan adalah kapan saat yang tepat untuk mulai bercanda soal pandemi ini.
Persebaya sudah berkali-kali jadi korban/martir musim ini. Dan kami tahu ada banyak tim yang menunggu Persebaya menyampaikan duluan tentang semua ini. Mulai dari kurang memuaskannya performa pengadil di lapangan, hingga prosedur protokol yang belum ideal.
Tentu yang jadi pertanyaan semua pihak, kapan pandemi ini resmi jadi biasa-biasa saja. Sama seperti seratus tahun lalu, ketika Flu Spanyol berevolusi jadi flu yang tidak berisiko tinggi dan orang-orang sudah tahan semua.
Spider-Man: No Way Home menunjukkan betapa pintarnya Disney (pemilik Marvel) bersama Sony untuk terus mengeruk triliun. Bisa dapat uang banyak dari banyak generasi, dan terus bisa mendapat banyak uang dari generasi berumur sekaligus generasi masa depan.
Lewat tulisan ini, saya ingin memperkenalkan satu lagi comedian favorit saya.
Yang saya pikirkan adalah generasi anak-anak saya, generasi yang dalam sepuluh tahun terakhir, dan minimal lima tahun ke depan, tidak bisa ikut berpartisipasi dalam memilih.
Di saat banyak negara sudah punya road map, kita masih terus berkutat dengan debat kusir.
Dalam dua pekan terakhir, saya banyak bertemu dan berdiskusi dengan orang-orang penting dunia olahraga. Mulai dari Menpora Zainudin Amali, Menteri BUMN Erick Thohir, serta beberapa bos klub sepak bola besar di Indonesia. Termasuk beberapa anak muda yang jadi bos-bos baru di dunia sepak bola kita.